Ambivalensi
ambivalence
Ringkasan Singkat
Keberadaan perasaan atau sikap yang saling bertentangan secara bersamaan terhadap orang, objek, atau situasi yang sama.
Ambivalensi adalah keadaan psikologis di mana seseorang merasakan emosi yang kontradiktif, seperti cinta dan benci, atau senang dan sedih, terhadap subjek yang sama dalam waktu yang bersamaan. Istilah ini pertama kali didefinisikan dalam konteks psikologis oleh Eugen Bleuler, yang menyebutnya sebagai 'ambivalensi afektif'. Bleuler menganggap ambivalensi yang ekstrem sebagai salah satu gejala utama skizofrenia, di mana individu mungkin mengekspresikan kasih sayang yang besar sekaligus keinginan untuk menyakiti orang yang sama.
Selain dalam konteks klinis, ambivalensi juga merujuk pada ketidakpastian atau keragu-raguan umum dalam mengambil tindakan karena adanya pertimbangan positif dan negatif yang seimbang. Dalam kehidupan sehari-hari, ambivalensi adalah pengalaman manusia yang normal, namun jika terlalu kuat, dapat menyebabkan hambatan dalam pengambilan keputusan (decisional paralysis) dan ketegangan batin yang signifikan. Terapi psikologis sering membantu individu untuk mengenali dan mengintegrasikan perasaan ambivalen mereka agar dapat berfungsi dengan lebih baik.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Bleuler, E. (1911). Dementia Praecox or the Group of Schizophrenias.
- APA Dictionary of Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.